Memodel dan Modifikasi Perilaku ala NLP

Inti keunikan NLP, adalah modeling.

Ya, satu dari banyak hal yang membuat NLP menarik, ialah modeling atau memodel perilaku.

Setiap orang memiliki tokoh yang dibanggakan. Entah ia adalah orang tua, saudara, tokoh masyarakat, pebisnis, presiden, aktor, musisi, dan artis. Mereka telah melakukan yang disebut memodel. Tanpa disadari dan berjalan alamiah begitu saja.

Anak perempuan cenderung memodel ibunya. Anak lelaki cenderung memodel ayahnya. Kondisi alamiah yang terjadi begitu saja, betul?

Wajar ketika anak lelaki yang selalu mengamati keseharian ayahnya menyukur kumis dan jenggot. Ditirulah kebiasaan ayahnya itu. Penasaran memicu ia bertindak secara diam-diam atau terang-terangan membuka dan mengambil shaver milik ayahnya dan menggunakannya di depan cermin, seakan-akan ia pria dewasa.

Lain lagi dengan anak perempuan yang penasaran pada perlengkapan make up ibunya. Pada saat ibunya sedang lengah, anak perempuan dengan sigapnya membuka tas ibunya, mengambil perlengkapan make up milik ibunya, kemudian bereksperimen dengan lipstick, bedak, dan pemerah pipi di depan cermin. Lagi-lagi ia meniru persis apa yang selalu ibunya lakukan.

Saya mengamati para musisi melakukan hal serupa, yaitu memodel.

Saya penggemar musik instrument gitar. Saya ambil contoh mengenai bagaimana memodel yang dilakukan para gitaris tersebut. Konon para gitaris ternama di Amerika banyak yang berguru pada maestro kenamaan, Joe Satriani. Terbukti para murid menjadi piawai mahir bergitar karena selain peran sang guru, mereka meniru dan melakukan apa yang diajarkan oleh gurunya. Antara lain; Steve Vai, Alex Sckolnick, Kirk Hammett, Paul Gilbert, dan beberapa gitaris dunia pernah berkesempatan menjadi murid Joe Satriani.

Lalu, apa yang mereka model dari Joe Satriani?

Saat memelajari pola-pola solo gitar, pola rhytim, posisi memegang gitar, posisi memetik para murid, dan hampir 95% sama. Meskipun, suara yang gitar mereka hasilkan bervariasi akibat pengaruh efek distorsi. Mereka memodel perilaku bergitar dan pola permainan sang guru.

Hal sama dilakukan para orang sukses dengan memodel orang-orang tertentu yang mereka kagumi. Begitu juga dengan para master NLP yang belajar langsung maupun tidak langsung dari para pencipta NLP, Richard Bandler dan John Grinder. Dan saya adalah termasuk satu di antara orang yang beruntung bisa belajar NLP pada guru yang tepat itu.

Mengutip kalimat Bryan Tracy, “akan berguna jika Anda berlatih memikirkan orang-baik masih hidup maupun sudah meninggal-yang paling Anda kagumi. Karakter atau sifat apa dari orang-orang itu yang Anda anggap paling penting? Jika Anda bisa menjadi seperti salah satu dari mereka, kualitas apa yang ingin Anda tiru?

Mengutip dari The Art of Enjoying Life-nya Mas Teddi Prasetya Yuliawan, modelling berarti memodel perilaku excellent orang lain dan perilaku kita sendiri. Caranya, persis ketika memodel orang yang excellent. Kita petakakan strukturnya, untuk kemudian menyusun struktur yang baru sehingga kita memiliki pilihan perilaku yang lebih fleksibel.

Jika setiap orang memiliki orang-orang yang dikagumi, maka alangkah baiknya mereka dengan mudah memodel orang-orang tersebut. Ketika kita mulai memodel orang-orang yang kita kagumi, keuntungannya bahwa kita menjadi sangat tertarik menggali dan mengumpulkan banyak informasi terkait dengan mereka.

Apa saja yang mereka lakukan, bagaimana cara mereka mewujudkan kesuksesan, apa hambatan-hambatan yang mereka alami, dan sebagainya. Internet semakin memudahkan semua itu, bukan? Kita bisa susun struktur baru tentang perilaku apa yang kita ingin model dari orang-orang tepat yang berperilaku excellent itu, misal Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam, para sahabat beliau, dan masih banyak lagi. Dan tentunya lakukan modifikasi perilaku kita sesuai yang kita butuhkan.

Anda, siapa yang ingin atau akan Anda model?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s