‘Perubahan’ Itu yang Anda Mau

Perubahan adalah sesuatu yang pasti. Siapapun tidak bisa menolaknya. Tahukah Anda, apa yang tidak berubah? Yang tidak berubah adalah kata perubahan itu sendiri. Jadi terimalah kenyataan ini, bahwa di manapun kita berada, ke manapun kita melangkah, dengan siapa kita bergaul, semuanya akan mengarah pada suatu perubahan yang akan memengaruhi diri kita.

Meskipun Anda berkata bahwa perubahan itu tidak pernah ada, namun pada akhirnya akan Anda sadari bahwa peruabahan itu nyata. Bukankah Anda, saya, dan semua orang di seluruh muka bumi terlahir sebagai bayi yang kemudian beranjak menjadi anak-anak dan beranjak remaja, kemudian beranjak dewasa dan akhirnya menua. Usia terus bertambah, fisik yang kuat akan melemah, kulit mengeriput, dan gerakan melambat. Ya, itulah perubahan.

Jika setiap orang ingin berubah, maka hanya 2 pilihan. Berubah menjadi lebih baik atau sebaliknya. Saya dan Anda sangat yakin, bahwa kita ingin berubah menjadi lebih baik dan semakin baik, bukan sebaliknya. Hanya saja, banyak orang yang ingin berubah secara finansial, berubah ke tingkat kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya, berubah ke level jabatan yang lebih baik dari sebelumnya, dan banyak lagi perubahan-perubahan yang positif, tetapi semua itu tidak pernah terwujudkan.

Jika Anda adalah salesman yang ingin mencapai target penjualan secara terus menerus bahkan melampaui dari bulan ke bulan dan dari tahun ke tahun, sudahkah saat ini Anda punya niat (keinginan) yang kuat untuk mewujudkan itu semua?

Pertanyaan dasar, berkaitan keinginan Anda untuk selalu meningkatkan penjualan Anda, bukan?

Jika Anda ingin penjualan terus mengalami peningkatan, artinya Anda menginginkan suatu perubahan pada hasil penjualan. Anda tidak mungkin terus menjual produk dengan target yang sama dari bulan ke bulan, dan tahun ke tahun. Targetpun mengalami perubahan dan perubahan ini bukan menurun, tetapi target yang Anda harus capai akan terus meningkat.

Dan, sudah siapkah Anda dengan kondisi ini?

Nah, pada kondisi inilah, sebagian salesman mulai mengeluh akan ketidaksanggupannya mencapai target penjualan yang semakin besar tersebut. Mereka memandang target penjualan yang terus meningkat sebagai suatu hal yang tidak mungkin diwujudkan, padahal bertindak pun, belum. Kondisi ini yang seringkali mengakibatkan target penjualan tidak akan pernah tercapai.

Saat mengalami demotivasi seperti ini, salesman perlu diberi suatu pemahaman yang tepat mengenai makna target penjualan. Perusahaan tidak bisa serta merta menekan para salesman untuk terus menjual, sementara mereka sedang kehilangan ‘selera’ menjual dan kondisi pasar dengan persaingan yang ketat.

Berikan alasan-alasan yang tepat dengan menggali permasalahan mereka. Kadang para salesman tidak mengetahui apa yang harus mereka lakukan untuk mencapai target penjualan yang semakin membesar. Harus diakui, setiap orang memiliki kreatifitas yang unik dan berbeda antara satu dengan lainnya yang tidak bisa disama ratakan bahwa semua salesman harus punya kreatifitas tinggi. Untuk mengubah penjualan yang masih ‘buruk’, Anda harus mengetahui akar persoalannya, cari tahu penyebabnya secara langsung dari salesman dan Anda bantu mereka mendapatkan solusinya. Menjadi menarik, ketika Anda sadar ternyata mudah menemukan solusinya.

Timbul pertanyaan, perubahan seperti apa yang kita inginkan? Bukan berubah asal berubah saja, pastinya. Tentunya, dalam bahasan terkait selling dan sales person atau menjual dan penjual, hal ini juga mengalami hal yang kurang lebih sama.

Anda dapat membuat perubahan apapun pada masa sekarang dan masa depan, kecuali satu masa yang Anda tidak akan pernah bisa ubah, yaitu mengubah masa lalu.

Bagaimanapun masa lalu bukan sesuatu yang buruk dan bukan berarti tidak ada manfaat yang bisa dipetik darinya. Banyak knowledge yang bermanfaat dan skill yang kita gunakan saat ini merupakan pengembangan dari masa lalu.

Jika profesi Anda saat ini adalah sales person, Anda harus senantiasa aktif mencari informasi terbaru dan strategi menjual yang sesuai dengan kondisi saat ini. Anda tidak bisa terus berputar menjual dengan cara-cara yang selalu sama, tanpa berinovasi.

Anda bisa menjual menggunakan cara-cara lama yang Anda pernah gunakan beberapa tahun lalu. Dulu cara-cara itu dapat diandalkan, namun sudahkah Anda meneliti kembali apakah cara-cara lama tersebut masih relevan pada kondisi saat ini, relevan saat digunakan pada calon pembeli dan pelanggan yang memiliki latar belakang bervariasi, dengan perubahan daya beli yang lebih baik dari masa dulu, dengan tingkat usia yang beragam, dan sebagainya.

Ketika Anda akan menemukan dan memutuskan menggunakan cara-cara baru dalam penjualan yang sebelumnya belum pernah Anda lakukan sama sekali. Ini bagian dari perubahan. Artinya, hal ini sesuatu yang perlu Anda pelajari dan pahami untuk selanjutnya Anda implementasi. Meskipun mungkin Anda belum memiliki gambaran jelas bagaimana mengimplementasikannya. Bagaimanapun Anda harus mencobanya, Anda harus melakukannya, sehingga Anda akan benar-benar melihat langsung hasilnya.

Jika apa yang Anda lakukan terbukti berhasil, ini pertanda baik. Anda telah menguji dan membuktikannya secara langsung. Selanjutnya, Anda dapat terus menggunakan cara-cara baru tersebut sambil Anda evaluasi dan pikirkan lagi cara-cara kreatif lain yang dapat meningkatkan penjualan.

Saat ini harus diakui bersama bahwa calon pembeli dan para pelanggan semakin cerdas, semakin kritis, semakin bebas berpendapat, semakin selektif memilih produk, semakin cepat berubah, dan tidak dapat diprediksi apakah mereka akan kembali membeli produk Anda atau justru mereka akan membeli produk yang serupa dengan produk Anda yang dibelinya dari pesaing.

Perubahan teknologi dan informasi yang bergerak cepat dan tidak dapat dibendung telah mempengaruhi kebiasaan dan perilaku calon pembeli dan pelanggan mengambil keputusan. Mereka begitu mudahnya mengakses bebas, cepat, mudah, dan seakan tanpa batas setiap informasi apapun perihal keunggulan dan kelemahan suatu produk yang mereka perlukan melalui media sosial dan internet. Hal ini berakibat pada awalnya mereka berminat untuk membeli dan tiba-tiba dalam beberapa menit saja mereka telah mengurungkan niatnya untuk membeli.

Demikian juga dengan para sales person baru semakin giat belajar dan berlatih dalam mengasah keterampilan mereka dalam berkomunikasi yang efektif dengan prospek dan pelanggan, bagaimana mereka telah memanfaatkan internet, email, website, sosial media, dan semacamnya.

Dapatkah Anda sebutkan, apa keunggulan Anda dalam menjual? Apa yang membuat prospek bersedia menerima telepon Anda dan bersedia mendengarkan penjelasan mengenai product knowledge dari Anda? Apa yang membuat Anda pantas diterima oleh prospek dan pelanggan?

Jika saat ini Anda masih menempatkan diri pada cara-cara lama yang tidak lagi menarik prospek dan pelanggan membeli dari Anda dan belum mengup­-date keterampilan Anda, alangkah baiknya segera Anda pikirkan solusinya.  

Berubah, mungkin bukan hal yang mudah. Tidak semudah membalikkan telapak tangan Anda. Namun, jika Anda belum mulai memikirkannya, sementara teman-teman Anda sudah memutuskan berubah menuju masa depan yang mereka inginkan, apakah Anda akan pada pendirian untuk tidak berubah? Dalam menyikapi suatu perubahan, Anda harus membuka pikiran dan hati serta  siap menerimanya.

Perhatikan orang-orang di sekitar Anda. Ada yang mengikuti perkembangan teknologi dan informasi. Begitu juga ada yang setia bekerja menggunakan cara lama. Apakah Anda termasuk ke dalam kelompok yang sudah mengikuti perubahan yang terjadi atau termasuk ke dalam kelompok orang-orang yang belum berubah? Andalah yang akan mengambil keputusan berarti itu.

Apa saja perubahan yang Anda inginkan dalam karir dan hidup serta selalu memotivasi Anda?

Pertanyaan ini memperjelas gambaran tujuan yang benar-benar Anda ingin raih dalam karir dan hidup Anda. Saat ini dan setiap hari Anda masih berada pada kondisi nyata dan melalui aktifitas rutin sebagai sales person dalam waktu delapan jam. Pendapatan (income) yang Anda peroleh harusnya dapat memacu Anda untuk berkeinginan lebih baik dari kondisi saat ini. Apakah Anda terpacu oleh kenaikan pendapatan (income) yang lebih lagi dari saat ini? Jika Anda termasuk tipe orang yang tidak terlalu mementingkan kenaikan pendapatan (income).

Apakah Anda termasuk orang yang mementingkan kenaikan jabatan? Mungkin Anda termasuk yang lebih senang memperoleh kenaikan jabatan dibanding pendapatan (income). Atau apakah Anda termasuk tipe orang yang menghendaki kenaikan atau peningkatan pendapatan (income) dan jabatan? Motivasi Anda akan lebih terarah saat Anda benar-benar mengetahui Anda termasuk tipe yang pertama atau tipe yang kedua atau tipe yang ketiga.

Dalam mewujudkan suatu perubahan, setiap orang selalu mengharapkan semua berjalan lancar, tanpa hambatan. Namun, pada kenyataannya, hambatan itu muncul. Jika Anda pernah mendengar bahwa memikirkan hambatan sama dengan merancang atau mempersiapkan hambatan yang seharusnya tidak ada, maka Anda perlu mewaspadai hal ini.

Hambatan yang dimaksud bukan berarti merekayasa hambatan tersebut sehingga yang sebelumnya tidak pernah ada menjadi ada. Sama sekali bukan itu. Anda tidak dituntut untuk membuat suatu hambatan, justru hambatan-hambatan itu sebenarnya sudah Anda ketahui sebelumnya. Tentu saja ini berbeda dengan merancang atau menciptakan hambatan, bukan?

Para sahabat sales person, sudahkah Anda persiapkan perubahan seperti apa yang Anda inginkan?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s