Persuasi, Lebih dari Kata-Kata

Satu contoh, berita peristiwa meledaknya bom di suatu kota atau suatu negara bisa dengan cepat menyedot perhatian semua orang yang menyaksikannya di televisi, mendengarnya dari radio, membacanya dari media sosial dan media massa.

Dengan cepat pandangan, pendengaran, dan emosi mereka terbawa, tertarik ke dalam suasana itu. Mereka sedang mengasoasiakannya.

Belum lagi, orang-orang yang menyaksikan dan mengalami secara langsung di lokasi kejadian?

Sesuatu yang sebelumnya tidak atau belum ada, tiba-tiba BooOM…meledak bagai bom yang menggemparkan.

Bisa dibayangkan, orang-orang yang berada di lokasi kejadian dan mengalami langsung….

Panik…

Berlarian…

Berteriak…

Berusaha mencari perlindungan…

Persuasi…

Belakangan satu kata ini menjadi magnet yang mengundang penasaran banyak orang.

Entah apa yang membuat begitu banyak orang penasaran dengan persuasi ini?

Orang cepat sekali tertarik, berminat, ingin memberi perhatian pada sesuatu, apapun itu yang sebelumnya mereka belum kenal sama sekali.

Dan luar biasanya…kata persuasi ini seakan sudah dikenal lama oleh otak.

Sama seperti kata ‘viral’ yang dilekatkan dengan kata marketing. Di awal kata ‘viral’ ini dikenalkan seakan menyedot perhatian begitu banyak orang yang segera ingin tahu apa arti kata ‘viral’ itu. Hingga sekarang, kata ‘viral’ ini masih ampuh dan digunakan oleh para marketer.

Jarang orang menyadari bahwa setiap kata memiliki makna dan kekuatan yang bisa menggerakkan puluhan, ratusan, ribuan, hingga jutaan orang.

Satu kata yang diteriakkan dengan lantang, bisa mengakibatkan seseorang atau banyak orang termotivasi, sedih, menangis, juga bahagia. Ya, setiap kata, selain ‘magic’ juga mampu mentransfer energi positif atau negatif.

Mungkin suatu waktu, Anda pernah melihat dan mendengar seseorang berteriak pada orang lain. Entah mengapa, emosi Anda ikut meluap dan Anda ikut-ikutan tidak nyaman dengan peristiwa itu. Padahal, Anda tidak kenal mereka sama sekali.

Pada situasi lain, Anda melihat teman sekelas dibentak oleh guru. Lagi-lagi Anda merasa kaget dan jantung berdebar. Padahal, guru itu tidak membentak Anda.

Banyak kejadian lain tidak pernah sama sekali terpikirkan oleh Anda, bahwa Anda telah terpersuasi dengan apa yang Anda lihat dan dengar.

Ketika kejadian itu berlangsung, informasi yang Anda terima secara visual, yaitu apa yang Anda lihat atau amati; auditori, yaitu apa yang Anda dengar; kinestetik, yaitu perasaan yang timbul, semua itu dengan cepatnya masuk ke dalam atau diterima otak. Otak yang sibuk memfilter setiap informasi itu akhirnya seketika memutuskan untuk mengartikan dan memaknai sebagai sesuatu yang baik atau buruk bagi diri. Diri Anda akan menyatakan setuju atau menolak.

persuasi-lebih-dari-kata-kataJika selama ini, kebanyakan orang mengartikan dan menerima penjelasan bahwa persuasi itu hanyalah sebab dan akibat yang dirasakan seseorang atau banyak orang dari kata-kata atau kalimat yang diucapkan oleh orang yang memberi persuasi sehingga orang lain terpersuasi, maka ini belum cukup. Orang yang terpersuasi akan mengubah perilakunya dari menolak menjadi setuju atau sebaliknya. Artinya, ia memiliki motivasi yang cukup atas hal itu.

Michael V. Pantalon, PhD; seorang pakar persuasi menyatakan: “orang selalu melakukan tell and sell. Yaitu Anda memberi tahu orang lain alasan Anda melakukan sesuatu, lalu mencoba meyakinkan alasan itu kepada mereka. Sayangnya, sebaik apapun alasan-alasan Anda atau seberapa pun tulusnya usaha Anda untuk meyakinkan mereka, pendekatan ini tidak pernah berhasil.

Artinya, orang-orang bertindak saat mereka mendengar diri mereka sendiri mengatakan mengapa mereka ingin melakukannya. Buatlah seseorang mengatakan kepada Anda mengapa ia ingin bertindak, dan tindakan itu hampir pasti akan dilakukannya.

Iklan

Memaknai Perubahan Melalui Kata-kata

Dua hari yang lalu, saya bertemu dengan seorang supir pribadi yang kesehariannya mengantar 3 orang anak ‘majikan’nya. Baru 2 hari ia menjajal profesi bagian dari penyedia jasa transportasi masyarakat berbasis online dengan menggunakan kendaraan roda dua di Jakarta. Pekerjaan ini dilakukannya setelah ia usai menyupir di sore hari dan hingga tengah malam.

4 tahun menekuni profesi sebagai supir dan harus meninggalkan istri dan anak di Cirebon bukanlah hal yang mudah tentunya. Ditambah menekuni profesi baru yang menguras tenaga fisik dengan mengantarkan setiap penumpang ke lokasi tujuan masing-masing. Semua itu dilakukannya karena keinginan besarnya untuk mengubah taraf hidup dirinya, istri dan kedua anaknya di Cirebon.

Perubahan bisa benar-benar terjadi karena ada suatu kekuatan besar dari dalam diri yang mendorong untuk mewujudkan visi yang tergambar saat ini sehingga bisa menjadi nyata kemudian hari.

Berapa banyak dari impian-impian maupun cita-cita yang pernah Anda pikirkan dan bayangkan, kemudian benar-benar terwujud? Sebagian orang menyebutnya dengan de javu. Lalu Anda kembali mengingat ketika beberapa waktu lalu sedang membuat impian-impian dan cita-cita tersebut, dan saat ini apa yang Anda idamkan itu ada di hadapan, nyata. Dan, Anda yakin betul ini yang dimaksud perubahan.

Masih ingat saat seseorang berkata dengan perasaan gembira: “saya lagi beruntung…” dan sebaliknya saat seseorang berkata dengan perasaan kesal : “ah, lagi apes nih…”.

Umumnya orang merasa bahagia saat mengalami perubahan yang lebih baik daripada kondisi sebelumnya, contohnya keberuntungan. Lalu, mengapa sebagian orang bisa mengalami perubahan yang justru buruk,contohnya ‘apes’ itu?

Jika suatu perubahan terjadi atas suatu dorongan yang kuat dari dalam diri, selain perubahan seperti apa yang diinginkan. selanjutnya, seberapa pentingkah perubahan yang lebih baik itu bagi diri atau hidup Anda?

Begitu banyak orang yang memiliki keinginan untuk mengubah lebih baik hidupnya, tetapi ia tidak tahu apa keinginannya dan apa yang harus dilakukan. Saya menemukan rata-rata jawaban para peserta pelatihan dari beberapa kelas bagi para calon karyawan baru tentang hal ini adalah bahwa mereka belum memiliki kejelasan tentang gambaran tujuan hidup mereka 3 tahun hingga 5 tahun ke depan. Kebanyakan mengatakan bahwa mereka ingin menjadi orang yang sukses atau berhasil. Saat saya lempar satu pertanyaan yang memancing : “Anda ingin berhasil sebagai apa?” atau “Anda ingin berhasil dalam bidang apa?”. Tiba-tiba serentak mereka diam karena belum tahu apa jawabnya. Bagaimana seseorang bisa benar-benar berubah taraf ekonomi dalam hidupnya sementara ia tidak tahu apa yang perlu dilakukannya.

Lalu, apa resep rahasia orang-orang yang benar-benar bisa mengubah kehidupannya lebih baik dari sebelumnya? Satu hal sederhana yang bisa dilatih adalah yang pertama dengan mengubah kata-kata dan yang kedua dengan mengubah perasaan atau emosi.

Mengubah kata-kata dapat dengan mudah Anda lakukan dengan menuliskan kata-kata yang sebaliknya, contoh :

Kata-kata Sebelum Kata-kata yang Diinginkan
Saya malas
Saya bisa semangat
Saya bingung
Cari solusi
Ini susah
Ini mudah
Tidak bisa
Pasti bisa

 

Selanjutnya, mari lakukan latihan sederhana berikut.

Silakan, Ingat-ingat kembali pengalaman masa lalu Anda yang menyedihkan. Anda boleh memejamkan mata dan mengembalikan perasaan juga emosi saat Anda sedang ada pada momen menyedihkan itu. Perjelas gambarnya, dengarkan kata-kata atau kalimat yang Anda dengar, dan rasakan kembali apa yang Anda bisa rasakan.

Anda cukup melakukan ini 2 menit sampai 3 menit saja.

Sekarang juga, Anda ingat-ingat kembali pengalaman masa lalu yang paling bahagia. Anda boleh memejamkan mata dan mengembalikan perasaan juga emosi saat Anda sedang ada pada momen penuh rasa bahagia itu. Perjelas gambarnya, dengarkan kata-kata atau kalimat yang Anda dengar, dan rasakan kembali apa yang Anda bisa rasakan.

Kali ini Anda boleh melakukan ini lebih lama. Setelah Anda merasa puas dan lebih bahagia, ucapkan rasa syukur Anda.

mengubah kata-kata

Ubah Kata-kata

Apa yang baru saja dilakukan hanya sebagian latihan kecil dari memaknai perubahan dalam diri Anda. Sedangkan beberapa kali dalam hidup mengalami berbagai perubahan, ada yang baik dan buruk. Saat Anda mengalami perubahan yang menurut Anda atau Anda maknai dengan buruk, maka bisakah Anda memaknainya secara berbeda?

Sama seperti memindahkan kopling dan perseneling 1 ke perseneling 2 kendaraan atau dari kecepatan lambat ke kecepatan sedang atau cepat. Hal ini tergantung pada diri Anda dan perubahan seperti apa yang Anda inginkan dan tambahkan ‘ACTION’. Tanpa action maka kata-kata positif itu hanyalah menjadi kata-kata yang tidak ditindaklanjuti.