Jangan Biarkan Calon Pembeli Pindah Lain Penjual

Satu orang calon pembeli yang menyatakan belum membeli adalah harta terpendam yang akan menjadi milik Anda pada saatnya nanti. Jadi, ingatlah selalu, jangan biarkan calon pembeli pindah lain penjual, jangan pernah meninggalkan calon pembeli tanpa Anda simpan informasi tentang mereka.

Dalam 30 hari 30 calon pembeli menolak? Pikirkan baik-baik, saat Anda tidak tahu harus memprospek siapa lagi…Nah, saatnya Anda lakukan pendekatan ulang 30 orang calon pembeli ini. Suatu keuntungan untuk Anda dibanding para penjual lain yang baru akan mendekati calon pembeli yang dulu menolak Anda itu, bukan? Namun, waktu yang berjalan cepat juga harus dibarengi dengan upaya yang cepat. Tentu di dunia bisnis Anda kerap dengar ini: “siapa cepat, ia dapat”. Untuk menghindari hal-hal yang Anda tidak inginkan, seperti calon pembeli yang lebih dahulu menentukan pilihannya lewat penjual lain.

Maka, Anda harus mengunci hati dan mengambil kepercayaan para calon pembeli dan memberi jaminan bahwa dari kedekatan hubungan sebelumnya akan semakin meyakinkan calon pembeli meletakkan kepercayaannya hanya pada Anda. Anda harus punya catatan yang tersimpan baik dan rapi mengenai para calon pembeli. Anda harus memersiapkan waktu-waktu khusus untuk kembali menelepon mereka dan bertanya tentang kabar mereka. Ini bagai alarm otomatis yang akan berbunyi dan membangunkan ingatan Anda pada mereka. Ya, hal ini tampak simpel, namun imbasnya akan membantu omzet penjualan Anda terus membaik. Ini yang Anda inginkan, pastinya.

jangan tinggalkan calon pembeli

Jaga Pelanggan supaya Tidak Meninggalkan Anda

Saran saya, alangkah baiknya Anda memiliki 1 buku pelanggan yang memudahkan Anda mengetahui siapa saja orang yang sudah menjadi pelanggan Anda dan 1 buku lagi berisi siapa saja orang yang masih berstatus prospek atau calon pembeli. Ketahui, kapan waktu Anda ditolak oleh mereka dan ketahui alasannya. Dalam setiap pertemuan Anda yang belum berhasil, Anda perlu mengetahui alasan penolakan mereka. Catatan ini akan membantu Anda lebih siap saat harus bertemu para calon pembeli tersebut. Hal ini menjadi lebih baik karena Anda sekarang lebih paham bagaimana cara memersiapkan diri untuk bertemu mereka kembali dengan pikiran dan perasaan yang lebih nyaman dan tenang dibanding sebelumnya.

Iklan

Andakah Penjual Profesional Itu?

Andakah Penjual Profesional Itu?

Apakah teman-teman seorang sales person, sales executive, sales advisor, salesman, financial advisor, atau marketing executive?

Apakah teman-teman sungguh sungguh bahagia saat menjalani profesi tersebut?

Apakah teman-teman menjadikan profesi tersebut sebagai bagian hidup atau hanya penyambung hidup saja?

Baiklah, rasanya 3 pertanyaan ini sudah cukup membuat teman-teman yang berprofesi sales person berpikir dan mungkin ada yang berusaha mencari jawaban ke dalam diri Anda. That’s very good, Selamat. teman-teman sudah memutuskan masuk bagian ke dalam kelompok sales person yang ingin maju. berubah semakin baik, dan selalu berhasil. 

Kebanyakan sales person hanya bekerja untuk penyambung hidup saja. Saya yakin, teman-teman tidak termasuk ke dalam bagian ini. Tampak bersyukur, namun mengeluh kemudian. Oleh karena itu, sebelum teman-teman memutuskan diri sebagai sales person, alangkah baiknya teman-teman ketahui alasan ‘apa yang membuat teman-teman harus menempatkan diri dalam profesi sales person?’ Teman-teman tentu tidak mau berlama-lama menghabiskan waktu dengan selalu mengeluh, bukan? 

Waktu teman-teman sangat berharga untuk sekedar dilewatkan tanpa teman-teman mengetahui dan memahami alasan teman-teman berada di dalamnya. Jika teman-teman setuju dengan alasan yang mengatakan : ‘ambil saja pekerjaan itu. Tinggalkan, jika di tengah perjalanan tidak menyukainya’. Dan, akibat banyak sales person pemula mengikuti anjuran ini, maka banyak yang berhenti atau resign di tengah jalan. Saya yakin, teman-teman tidak termasuk dalam bagian ini. 

Sadari ini bahwa teman-teman terlalu berharga untuk mencoba-coba hal yang belum pasti. Ya, teman-teman bukan kelinci percobaan kan?

Sales person adalah profesi dan profesi membutuhkan passion (gairah) sebagai bahan bakarnya. 

Saya ingin mengajak teman-teman kembali ke masa lalu untuk mengingat masa kecil Anda. Tentu teman-teman masih ingat yang menyebabkan anak-anak senang dan tahan bermain berlama-lama bersama teman-teman  adalah karena  anak-anak sangat menyukainya. Artinya ada ketertarikan yang sangat besar pada permainan-permainan yang membuat mereka tidak merasa lelah, tidak merasa jenuh, dan tidak merasa bosan.

Nah, kembali lagi pada passion dalam profesi sales person. Sebelum teman-teman benar-benar memutuskan diri terjun dalam profesi sales person, dengan menemukan bahwa ini lebih dari sekedar penyambung hidup. Memberinya dan menjadikannya sebagai suatu jawaban yang membawa perubahan hidup semakin membaik dan menjadikannya hidup yang lebih hidup.

Jika teman-teman penikmat film-film hollywood, mungkin Anda pernah melihat film 300. Ada satu momen yang membuat saya terkesan pada saat King Leonidas bertanya pada 300 kesatria spartan : “What is your profession?” dijawab dengan teriakan keras penuh semangat dan keberanian. Ya, merekalah para kesatria Spartan yang siap bertempur melawan pasukan Persia yang berjumlah puluhan ribu orang.

Jika teman-teman yakin bahwa sales person adalah profesi yang tepat, maka Anda dengan percaya diri dan tidak akan malu mengatakannya dengan keteguhan hati kepada siapa saja yang menanyakan apa profesi Anda bahwa sales person adalah profesi teman-teman. Yakini bahwa Andalah seorang profesional ini.    

Richard Denny seorang trainer sales dunia pernah berkata; berpikirlah, berbicaralah, memandanglah, dan bertindaklah seperti seorang sales person profesional, maka Anda akan menjadi salah satunya. Mereka membantu pelanggan mengambil keputusan membeli, juga melakukan closing penjualan.