Tips Sales Person Menemukan Solusi Masalah

Aktivitas yang padat, target yang harus terpenuhi, dan para pelanggan komplain membuat hampir dari para sales person sering mengeluh dan stress. Bercerita permasalahan ini  ke rekan seprofesi, tidak juga mendapat solusi, karena rekan seprofesi sibuk memikirkan jalan keluar untuk memenuhi target penjualannya. Bercerita permasalahan ini ke supervisor yang sama sibuknya, terkadang bukan solusi dan motivasi yang didapat, justru kebalikannya. Jika sudah begini, bagaimana sales person bisa menemukan jalan keluarnya?

Apakah Anda yakin masing-masing manusia dikaruniai kelebihan oleh Tuhan? Artinya Anda diberi kelebihan oleh Tuhan juga , bukan?

Apakah Anda yakin masing-masing manusia punya masing-masing permasalahannya dan berita baiknya masing-masin tersedia jalan keluarnya? Artinya, bukan hanya Anda yang punya permasalahan apapun itu, bukan? Saya dan orang lain pun mengalami.

Apakah Anda yakin masing-masing manusia punya mampu mewujudkan harapan-harapannya jadi nyata? Artinya, semua manusia bisa mewujudkannya. Anda, saya, dan siapa saja bisa, bukan?

Solusi paling mudah murah dan Anda perlu langsung terapkan adalah :

  • Membangun tinggi keingin tahuan Anda pada permasalahan Anda. Cari dan temukan banyak informasi dengan searchingdi internet atau googling di google.com dengan memasukkan keywords atau kata kunci yang Anda maksudkan. Banyak informasi yang akan memperkaya pengetahuan dan keterampilan Anda.
  • Beli dan baca buku-buku yang berkaitan dengan salesman dan marketing. Semakin perkaya pengetahuan Anda dengan banyak membaca buku-buku yang berkualitas dan semakin Anda ahli dengan menerapkannya.
  • Bertanya pada orang yang tepat. Usah menyerah saat Anda tidak mendapat tanggapan sesuai keinginan Anda saat bertanya pada rekan Anda, bertanya pada supervisor Anda, bertanya pada manajer Anda. Usah merasa dicampakkan dan diremehkan. Lakukan pendekatan yang menunjukkan bahwa Anda butuh sharing ilmu dari mereka. Amati pada waktu-waktu tertentu mereka sedang tidak sibuk, datangi, tanyakan kapan mereka bisa diajak bicara, dan minta waktu kurang lebih 5 sampai 10 menit untuk bicara. Hindari berburuk sangka bahwa rekan, supervisor, atau manajer Anda enggan membantu Anda. Berpikirlah selalu positif bahwa Anda hanya butuh mencari dan menemukan solusi tepat yang bertebaran di depan Anda. Berpikirlah selalu positif bahwa Anda selalu siap belajar dari banyak orang, bahkan mungkin akan Anda temukan solusinya dari bertemu pelanggan yang memiliki pengalaman menjual atau memiliki pengalaman sebagai salesman. Who knows, right?

tips sales person menemukan solusi masalah

 

  • Berkomunikasi dengan diri Anda (Self Talk). Haaa… ngobrol sama diri sendiri, emang bisa? Ntar, bisa disangka orang gila….Rileks…Tenang. Yang dimaksud adalah Anda tanyakan hal-hal menyangkut permasalahan Anda pada diri. Saya yakin, siapa saja pernah berbisik, berbicara dalam hati. Misal, saat jalan-jalan ke swalayan atau mall, mendadak lihat ada diskon 50%. Apa reaksi kita? Penasaran, pikiran dan hati berkata : “Wow, diskon 50% . Jarang-jarang, kesempatan nih. Diskon produk apa aja, ya?” Nah, itulahself talk. Anda bisa memulainya dengan mengajukan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut :
  1. Apa permasalahan yang mengganggu (menghambat) saya sekarang?
  2. Bagaimana persisnya gambarannya dan yang saya rasakan sebagai permasalahan yang mengganggu (menghambat) tersebut?
  3. Saat saya ingin permasalahan yang mengganggu (menghambat) itu selesai segera. Bagaimana cara saya bisa menyelesaikannya? Apa saja langkah-langkah yang saya bisa lakukan segera? (sebutkan 3 sampai 5 langkah. Misal : 3 langkah )
  4. Dari langkah-langkah yang bisa membantu yang saya sebutkan tadi. Mana langkah awal yang saya bisa melakukannya segera? Bagaimana saya memulainya?
  5. Apa langkah ke-2 yang saya bisa melakukannya? Bagaimana saya melakukannya?
  6. Apa langkah ke-3 yang saya bisa melakukannya? Bagaimana saya melakukannya?
  7. Saat saya sudah melakukan 3 langkah tersebut. Apa yang saya bisa gambarkan dan rasakan saat semua itu adalah nyata yang ada di hadapan saya?
  8. Saat saya perlu melakukan hal-hal tersebut (dari penjelasan no. 7). Kapan saya harus melakukannya?
  9. Apa yang membuat saya yakin melakukannya? (Pertanyaan alternatif dan tidak perlu diberikan saat Anda tidak yakin bisa melakukan : Bagaimana saat saya tidak bisa melakukannya?)

Kondisikan tubuh dan pikiran Anda dengan nyaman dan tenang saat bertanya dan menjawab pertanyaan tersebut. Dari pertanyaan-pertanyaan yang Anda sudah jawab sendiri tadi, Anda dapat catat dan ingat dalam memori pikiran Anda. Saat Anda menemui permasalahan lain yang mirip, maka Anda dengan mudah untuk mengulang mengingatnya. Dan, Anda bisa mencatatatnya dalam agenda Anda jika itu penting untuk Anda.

Nah, ada solusi yang Anda sebagai salesman bisa pilih, bukan? Nggak perlu banyak-banyak. Temukan yang pas buat Anda. Dari 4 solusi tersebut, mudah-mudahan dapat membantu dan mudah-mudahan manfaat.

Iklan

Sales Person : Suatu Persepsi

Tulisan singkat ini adalah suatu persepsi saya mengenai profesi sales person yang telah memberi sangat banyak pengalaman dan pembelajaran untuk diri saya, sejak awal memulainya, hingga saat ini, masih.

Setiap kali bertemu sales person yang membagikan brosur di mall dan di jalan, pas giliran saya yang terima, pasti saya tidak bisa tolak untuk terima dan mendengar presentasinya. Kecuali, sedang terburu-buru maka saya menolaknya dengan halus dan agak membungkukkan punggung, tanda saya menghormatinya. Kondisi ini selalu saya lakukan sejak awal saya menjadi sales person dulu. ‘Menghargai orang lain tanpa menilai dari penampilannya‘ menjadi hal yang sudah terbiasakan.

sales person suatu persepsi

sales person akan menjadi icon

bagi perusahaannya

Ya, saya paham betul bagaimana rasanya ditolak, paham betul bagaimana di ‘cuekin‘, paham betul bagaimana rasanya ditinggal pelanggan, dan masih banyak lagi. Seperti ucapan seorang sales executive, senior saya sewaktu di perusahaan otomotif dulu : “di sini kamu akan kaya hati, di samping kaya komisi.” Saya kerap tersenyum sendiri begitu ingat itu.

Profesi sales person, sales executive, sales advisor, SPG, SPB, apapun nama yang perusahaan berikan. Pikirkan dan renungkan sejenak bahwa teman-teman yang kini berprofesi sales person adalah duta perusahaan, icon, dan ini berarti kalian orang-orang terbaik yang dipercaya perusahaan,karena dinilai dan diyakini ‘mampu’. Jika dinilai tidak mampu oleh perusahaan, pasti teman-teman tidak ada di situ kan. Ya, di tempat teman-teman ada di situ sekarang ini. smile emotikon

Sales Person Masa Kini dan Sales Person Masa Depan

Sales person, satu profesi yang telah dikenal sejak dahulu. Sejak manusia mengenal jual beli. Hanya saja seiring berjalannya waktu, seiring perkembangan dan pertumbuhan produk-produk (barang dan jasa), para organisasi atau perusahaan tampaknya mulai menerapkan suatu penamaan khusus pada profesi penjual ini. Banyak istilah yang dipakai, antara lain sales person, salesman, sales executive, sales promotion boy, sales promotion girl, dan nama-nama lain yang kurang lebih sama dan bertujuan sama, yaitu sebagai tenaga penjual.

Karena, Anda berada pada masa sekarang, fokus yang Anda perlukan adalah pada masa kini dan juga pada masa nanti. Anda adalah bagian penting dari departemen penjualan yang meletakkan kepercayaan penuh pada Anda sebagai seorang sales person. Ini berarti, Anda dinilai mampu untuk menjalankan roda penjualan oleh perusahaan.

Sales person masa kini atau masa sekarang, itulah Anda. Sales person yang berada di masa sekarang. Tentu saja, Anda perlu membuktikan dengan tindakan dan kerja nyata di lapangan bahwa Anda pantas menyandang nama sales person terbaik itu. Akan tetapi, hal ini bukan berarti Anda hanya fokus pada penjualan saat ini saja. Target penjualan yang harus Anda capai tidak pernah menurun. Setiap sales person memiliki target penjualan yang akan terus meningkat dari bulan ke bulan dan dari tahun ke tahun. Hal ini wajar terjadi, karena persaingan antara produk sejenis di luar yang dijual oleh sales person dari perusahaan pesaing dan bahkan persaingan antara sales person dari dalam perusahaan sendiri yang pasti terjadi. Dan, Anda tidak perlu mengkhawatirkan kondisi ini jika Anda benar-benar memersiapkan dan memantapkan diri sebagai sales person yang tidak hanya siap hadir untuk mencapai target perusahaan, namun juga sebagai sales person  yang hadir untuk menunjukkan hasil yang terbaik yang perusahaan harapkan. Bukan ini saja, Anda harus selalu mengud-date knowledges dan skills Anda melalui mengikuti berbagai pelatihan (training), buku-buku penjualan seperti 60 Smart Selling, video-video, mengikuti komunitas, dan masih banyak lagi;  semuanya berhubungan erat dengan profesi Anda. Karena, semua ini adalah bagian dari pekerjaan mulia Anda.

Anda sebagai sales person masa nanti atau masa depan, apa yang perlu dilakukan?

Untuk melihat seperti apa Anda di masa depan yang gemilang seperti yang Anda inginkan, Anda dapat dimulai dari; apa yang Anda inginkan nanti? Apa yang Anda telah lakukan hingga saat ini? Apa yang Anda telah capai hingga saat ini? Bagaimana cara Anda menjual? Bagaimana Anda mencapai target penjualan? Bagaimana Anda melakukan pelayanan prima pada pelanggan? Bagaimana Anda memotivasi diri saat penjualan sedang lesu? Bagaimana Anda meningkatkan penjualan di saat penjualan sedang lesu? Bagaimana Anda mengatasi konflik dengan para pelanggan (jika itu terjadi)? Dan sebagainya. Untuk mengetahuinya, hanya Anda yang bisa menentukan semua itu. Dimulai dari saat ini hingga pada saat yang Anda ingin tuju nanti.

Untuk target penjualan yang terus berjalan dan semakin meningkat, Anda perlu merancang suatu persiapan dan perencanaan waktu jangka panjang. Anda tidak bisa mengandalkan target penjualan yang telah melebihi ekspektasi pada saat ini untuk Anda simpan sebagai target bulan-bulan atau tahun-tahun selanjutnya, sehingga Anda merasa kondisi akan aman-aman saja. Beberapa sales person yang melakukan hal ini kerap lupa akan target penjualan berjalan yang juga semakin meningkat. Sedangkan sales person lain yang juga melakukan hal serupa, mereka terus berupaya untuk selalu menambah target penjualannya, meskipun target penjualan yang seharusnya dicapai telah terlampaui.